"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu"
Kutipan inspiratif dari salah satu buku tetralogi Andrea Hirata favorit saya, Edensor, menggambarkan agar selalu yakin dan janganlah takut untuk bermimpi. Tentunya, sebuah mimpi harus diringi dengan niat, usaha dan doa. Tiga elemen kehidupan inilah yang jika dilaksanakan dengan istiqomah, akan membawa kesuksesan di sepanjang umur kita :)



Berbicara tentang mimpi, saya adalah seorang manusia penuh mimpi. Mulai dari mimpi yang realistis sampai impian aneh bin muluk pernah terlintas di benak saya :D hehe..
Sayangnya, saya itu orangnya agak introvert kalau udah ngomongin mimpi. Saya engga bisa se-fasih orang-orang ketika diminta untuk mengungkapkan impian saya. Semuanya mengendap di hati, it's untoldable. Tapii, thanks to this Giveaway yang membuat saya jadi semangat 45 untuk berani cerita.

Dari sekiaaaan banyak mimpi saya, di sini saya 'hanya' menuliskan 2 impian saya yang masih on going. Bisa dibilang, impian yang 'nyata' progressnya hehehe...


Impian #1
~Melanjutkan Studi Postgraduate Electrical Engineering di Universitas sejuta umat--University of Oxford~

Sebenernya, sudah dari semester 1 saya bermimpi melanjutkan studi di sini. Tapi begitu liat foto ini, impian yang muncul-tenggelam di fikiran itu entah mengapa hadir kembali ;) 
Gambar ini diambil dari sini

Well, saya bukan freaky Maudears lhoo. Saya hanya sebatas kagum dengan Maudy Ayunda yang walaupun karir keartisannya sedang di puncak, tapi dia tetap me-nomersatukan pendidikan bahkan mampu menaklukan Oxford!

YaYaYaa...saya tau, ini adalah mimpi ke-sekian saya yang paling muluk. Persentase keberhasilannya pun mungkin engga begitu besar.
Menggapai universitas yang lulusannya sekelas Bill Clinton, Nelson Mandela, Margaret Thatcher, Desmond Tutu, Kofi Annan dan Benazir Bhutto ini memang membutuhkan persiapan yang tidak hanya perfect dan smart, tapi juga harus tebal muka.
Yap...tebal muka di saat ada yang men-down-kan niat kamu, tebal muka di saat ada yang mencemooh usaha kamu, tebal muka ketika ada yang nyinyir menyindir mimpi kamu yang terlalu high-class dsb.

Sumber

So, apa yang harus saya lakukan?

Belajar di negeri orang itu engga murah, jadi saya kudu mencari beasiswa. Kalau kita mau sabar mencari, sebenernya banyak loh beasiswa yang sedang bertebaran di luar sana. Mulai dari beasiswa parsial hingga yang full (include tuition fee, living cost, accomodation, assurance, dana penelitian, dll) *ngilerrr*.

Oxford University, UK. Gambar dari sini
Kalau untuk beasiswa di UK, untuk sementara ada beberapa beasiswa yang sudah saya incar: beasiswa Erasmus Mundus, Chevening, beasiswa lokal dari universitas, beasiswa LPDP dan beasiswa menkeu.
Kata kunci untuk mendapatkan beasiswa studi di luar negeri adalah IPK, kemampuan bahasa inggris, riset dan skill yang kita punya.

Saya seriing sekali menyempatkan berkunjung ke seminar dan pameran pendidikan, seperti IDP Education dan Vista.
Dari info yang saya dapat, standar IPK di UK untuk Program Master adalah >3,00. Alhamdulillah, sekarang saya sudah semester 8 dan IP saya selalu di atas 3 kecuali semester 2 yang meluncurr di 2,9 :D

Tes kemampuan bahasa Inggris yang lebih disukai Universitas di UK adalah IELTS dengan standar score 7,5++. Hmmm...ini PR banget buat saya!
Solanya IELTS ituu: Tesnya mahal!(sekitar 195$ boo'), apalagi Lesnya :(
Jadiii, mumpung masih berstatus mahasiswa, saya sering ngendon di perpus kampus-->minjem buku IELTS dan literatur lain-->fotokopi-->ngeRip CD Booknya-->curi-curi waktu belajar IELTS sendiri-->berusaha nabung buat tes IELTS yang superr mahal :( #mahasiswi_kere.

Selain itu, dari sekarang saya kudu mikirin riset apa yang akan saya ajukan dan cari tau profesor/pengampu yang kompatibel pada bidangnya di masing-masing universitas incaran saya, karena itu adalah modal saya untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari universitas.

 
Sumber dari sini
Target pencapaian?
Setelah saya memegang gelar sarjana pada September 2014 ini, saya akan mempersiapkan dokumen persyaratan beserta kemampuan bahasa inggris saya. Bismillah, 2 tahun lagi deh, Oktober 2016 saya sudah berada di Oxford *Amiin*

Ehmm...sekali lagi, saya sadar kalau saya ini 'kecil' dan peluang gagal sudah membayangi di start awal. Yang saya yakini, Allah tidak akan mengubah nasib seseorang kalau bukan si manusia-nya sendiri yang berusaha memulai :)
Saya engga hanya terpaku di Oxford atau UK saja. Negara yang memiliki riwayat pendidikan dan teknologi yang bagus bukan cuma UK kok. Masih ada Jerman, Perancis, Rusia, US, Australia, Jepang, Korea, Singapura dll.
Kalau tahun ini ditolak, jika masih diberi umur dan ada kesempatan, bisa coba lagi di tahun yang sama atau tahun berikutnya dengan skema beasiswa yg berbeda. Begitu seterusnya hingga saya bisa menimba ilmu dan menjejakkan kaki di negeri orang :) 


Impian #2
~Mendirikan Perusahaan Pertambangan milik Indonesia 100%~

Yess, impian impossible saya berikutnya lebih ekstrim daripada yang pertama. Ini gara-gara saya geram dengan berita kalau Fre****t akan memperpanjang kontraknya untuk mengeruk bumi Indonesia hingga 2041!
Errr...27 tahun itu bukan waktu yang singkat!

Well, saya sampai punya fikiran liar. Saya ingin sekolah dan mencari pengalaman setinggi-tingginya-->menjalin relasi dan masuk ke perusahaan tsb-->entah bagaimana caranya, menggerogoti dan merusak sistem di perusahaan tsb dari dalam-->membuat kekacauan, hingga tuh perusahaan goyah, kapok berinvestasi dan keluar dari negeri ini.

Kabarnya, mereka memperpanjang kontrak karna di bawah lapisan emas tsb ada harta yang lebih berharga daripada emas itu sendiri yaitu uranium, yang merupakan sumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Persediaan uranium di Papua sono isunya, bisa menerangi hingga seluruh bumi. Kalau kata ayah saya, segenggam uranium bisa berharga milyaran dollar lho! Engga heran, kalau mereka kekeuh mempertahankan kontraknya. Dan ini agaknya didukung oleh pemerintah kita *sedih yaa* :'(  

Mangkannya, saya bermimpi mengumpulkan seluruh pakar lokal, mulai dari pakar geologi, elektrikal, mesin, lingkungan dll untuk bersatu mempertahankan SDA kita dengan mendirikan Perusahaan tambang 100% kepemilikian Indonesia.

Pastinya, untuk mencapai itu semua dibutuhkan skill yang kuat, pengalaman yang hebat dan menangguhkan niat untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Karena saya kuliah di bidang Listrik, maka sah-sah aja kan kalau saya bermimpi memajukan bangsa ini berdasarkan dari ilmu yang saya dalami? ;)
Untuk targetnya, well, masih sangat lama, mungkin 15 tahun lagi--2029 :D
Atau adakah yg berminat join? Saya terima loh diskusinya ;)


Yeah, akhirnyaa selesai juga cerita curhat impiannya :D
Dari yang saya tuliskan di atas, kesimpulannya simpel: yang saya yakini, hasil tidak akan menghianati usaha. Keep on dreaming and learning, guys! (╹◡╹)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka Q.S. 13:11


"I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS"


 Postingan ini diikutkan untuk Giveaway: Dare to Dream


 

 


           
      

2 komentar:

  1. Apryyyyy... aku komen di sini lagi ya dek (setelah sebelumnya di google plus) aku dukung mimpi2mu dek... insyaAllah, Yang Maha Mengabulkan akan mewujudkan jadi nyata. Aamiiiiin....

    BalasHapus
  2. Amiin, iya mbak makasih (k)
    Hehehe...sebenernya malu curhat bginian di blog. Tapi karena giveaway n ngiler sama hadiahnya, ikut-ikut ajaa :d
    Sukses juga yaa buat mbaak :)

    BalasHapus

 
Top