Kemarin Selasa, tepatnya tanggal 27 Mei 2014 adalah pengumuman SBMPTN, atau ketika tahun saya dulu, tahun 2010, disebut SNMPTN.

Yep...SNMPTN.

Balada perjuangan untuk memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia.

SNMPTN.

Banyak yang bilang 99% faktor lucky[include doa, restu orang-orang, dan pure karena hoki] dan 1%nya adalah jawaban di atas kertasmu.

SNMPTN... Sebuah memoar yang takkan termakan oleh waktu dan selalu mengendap penuh tanya di benakku.

Tak terasa itu sudah berlalu, 4 tahun yang lalu.
It has been 4 years ago...

~~~
2010. Ujian Akhir di masa-masa putih abu-abu... Ketika kata "Lulus" Unas sudah terpampang nyata di hadapan ku.
Saat itu, ada sebuah asa yang selalu menyemangatiku. Layaknya oase di sahara, bayang-bayangnya selalu memberiku setetes air dan tenaga di kala lelah berjuang melanda. Berjuang untuk mendapatkan jas putih, berjuang untuk menyematkan gelar yang masih dianggap suci dan terhormat di negeri ini.
Dokter.

dapet gambar ini dari ini nih

Beribu jalan perjuangan ku tempuh. Berpuluh-puluh jam ku sediakan untuk serius menatap  lembaran kertas berisi rumus dan tulisan, melahapnya dengan kalap dan menjejalkannya ke otak. Berusaha agar kelak mendapatkan tulisan "Congratulation! You've passed SNMPTN in Faculty of Medicine at xxx University"

Namun, kita tidak dapat memprediksi nasib di kemudian hari. Yahh....hidup bisa berubah drastis hanya dalam se-per-sekian detik.
Pengumuman itu bagaikan sarapan pil pahit di pagi hari. 
Yap, Saya gagal! Rasanya bagaikan pisau yang menghujam ke ulu hati. Sakit, perih, sedih dan berakhir dengan tangisan miris selama beberapa hari.
Kala itu, move on bukanlah sesuatu yang mudah bagiku.
Pupus sudah harapan untuk bercengkrama dengan penyakit, pasien dan obat-obatan.

Hari demi hari berlalu dengan kalut, aku seperti terasing dari kehidupan, hanyut terbawa luapan kekecewaan yang memuakkan. 
Hingga suatu hari di saat aku bertekad menyudahi semua ini dan mencoba menata masa depan kembali, ekor mataku menangkap sebuah brosur biru lecek yang bertengger manis di map pink ku, map khusus untuk menyimpan perburuan Perguruan Tinggi Negeri. Ada banyak brosur di situ, mulai dari universitas/institut top hingga universitas/institut yang tak ku kenal namanya.
Tapi entah kenapa, brosur lecek--sepertinya karena tak sadar ku remas-- itu menarik perhatianku. Ehm...sebenarnya bukan karena isinya, tapi karena ada simbol gerigi dan tugu pahlawan tergambar di situ.

PENS.
Saat itu, dahiku mengkerut penuh tanya karena nama itu terasa asing, eh tapi seprtinya pernah dengar juga. Oh iya, duluu sebelum Unas, teman-teman saya pada heboh ingin daftar jurusan Multimedia di PENS [yang sekarang aku ketahui, Multimedia itu ternyata jurusan D3 MMB -__-].
Mungkin ini karma yaa karena saya acuh dengan itu. Yahh, saya acuh dengan apapun yang tidak berhubungan dengan kedokteran. Sombong? Mungkin lebih tepatnya karena idealisme tinggi seorang remaja labil kali yaa..

Lalu, brosur biru PENS yang lecek itu ku buka. Aku lupa tanggalnya, tapi seingatku, saat aku membaca brosur itu, saat itu juga adalah hari pertama pendaftaran UMPN [Ujian Masuk Politeknik Negeri] dibuka. Sempat ragu karena jurusan yang tertulis tidak ada yang ku minati. I needed someone to explain these subjects. Alhasil, aku lari ke ayah, meminta untuk memberikan gambaran tentang masing-masing jurusan.
Akhirnya, ku pilih D4 Elektro Industri. Knapa? Simpel, karena ayah dulu adalah alumni dari teknik elektro di kampus IT* dan sepertinya referensi buku ayah juga cukup banyak.

Fix, aku mendaftar. Tidak seperti SNMPTN yang bebarengan dengan teman-teman, semuanya aku jalani sendirian. Mulai dari pendaftaran, tes, hingga aku dinyatakan diterima lalu daftar ulang, aku lakukan seorang diri, tidak ada yang menemani.
Diterima? How come?
Nothing special kok.
Lagi-lagi tak seperti SNMPTN yang proses belajarnya dipenuhi ke-hectic-an, aku melalui tes UMPN ini dengan santai. Aku hanya membeli buku soal-soal UMPN dari stand UKKI dan belajar dari buku itu saja.
Well, belajarnya pun juga engga se-serius SNMPTN, just go with the flow. Mengalir seperti air. Aku pun juga engga menaruh harapan sebesar saat SNMPTN. Bener-bener lepas dah, terserah mau dibawa ke mana.
Bahkan you know what, pilihan studiku saat mendaftar UMPN tergolong ngawur.
Jadi, aku baru tau kalau ternyata D4 Informatika itu passing grade-nya tertinggi di PENS dan D4-Elektro Industri itu tergolong jurusan 'menengah-ke-bawah'. Sementara, saat saya memilih jurusan, D4 Elektro Industri bertengger jadi pilhan pertama saya dan D4 IT menjadi pilihan terakhir. Hahahaa... sangking aku enggan menaruh harapan lagi lhoo :D

Ohya...saat aku tes, ternyata ada beberapa teman saya yang juga nyoba UMPN ini.
Pengumuman pun akhirnya tiba dan saya dinyatakan diterima di jurusan merah ini. Elin. Jurusan yang mengenalkanku pada sekumpulan orang-orang unik dari penjuru Indonesia [Errr...lebih tepatnya dari penjuru Jawa kalee] yang terkumpul di dalam 1 kelas.
D4 Elin A 2010, atau yang kami sebut "warga Bunga" ^^
~~~
Simbol Bunga hahaha :D

Dan tak terasa, sudah hampir 4 tahun saya dan warga Bunga mengarungi bahtera kuliah bersama-sama :) 
Hey, you know huh.. Kalian itu bagiku sudah bagaikan lebih dari saudara. 

Anything, apapun yang kalian lakukan semuanya tak lepas dari canda tawa.
Nge-bad mood-in kalian selalu tidak pernah bisa bertahan lama. Paling cuma beberapa jam, sehari atau paling parah 3 hari, itu-pun udah ketawa-ketiwi lagi :')

Kalian tahu? Aku bersyukur telah mengenal kalian :)
Kalian telah berhasil mengikis sedikit demi sedikit rasa kecewa terhadap ambisi 4 tahun ku yang lalu.
Malah terkadang aku membayangkan, seandainya dulu aku diterima di FK, mungkin aku takkan bisa se-ceria ini, se-ngguyu ini, karena mengenal kalian :)

Mungkin kalau dulu diterima di FK, karena rasa bangga yang berlebihan, aku akan menjadi cewek kuper yang study oriented, apatis karena tidak mengenal indahnya berorganisasi, indahnya seminar berburu sertifikat sana-sini, indahnya praktikum disertai selfie :D
Mungkin juga kalau aku diterima di FK, aku tidak akan merasakan bagaimana menjadi kaum minoritas yang di-mayoritaskan karena rasa hormat[atau malah sungkan, atau jangan-jangan takut :p] kepada kami, kaum wanita yang 'terjebak' di dunia Power :)) 


Please Rekk...setelah badai TA ini berlalu, setelah kata "LULUS" bergaung menggema meluap di pusaran emosi kita, JANGAN PERNAH LUPAKAN KITA, AKU DAN KALIAN :')

Saling ingat satu sama lain, saling tanya kabar satu sama lain, saling kepo satu sama lain. Aku tidak keberatan untuk itu kok, my beloved bro n sist ;)

Eh ya, eniwei...
Jujur, aku engga bisa membayangkan kalau akan ada "rasa" yang lebih di antara kita. Karena kalian terlalu spesial untuk menjadi yang ter-istimewa di hatiku, hati kita :))
Mangkanya yaaa, jangan bikin gosip yang aneh-aneh.
It's mostly impossible to make it much more than friends :)
Kecuali kalau Allah menulis kisah lain di lembaran jodoh kita nanti ;)
Hasssh...ngomongin apaseeh :p

Tapi beneran, kalau ada "kabar bahagia" jangan lupa undangannya yaa ^^

Aku cinta kalian semuaaa warga Bunga :*
Semangat, canda-tawa, keluh-kesah, curcolan, emosi yang timbul-tenggelam, gosip-gosip yang membuatku geli, travelling bersama, galau-gundah-gulana karna TA, solidaritas kalian--walau kadang judgement rasis kalian itu terlalu :p--, everything, apapun itu akan selalu menjadi bagian dari memoar terindah ku :)

Glad to know you all :*



It's dedicated to my beloved D4 Elektro Industri-A 2010


0 komentar:

Posting Komentar

 
Top